Rembug DRPPA, Dewi Ansar Berharap Ada Keterlibatan Semua Pihak
?Adanya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) diharapkan dapat berdampak terhadap terbangunnya kesetaraan gender dalam keluarga, terwujudnya pengasuhan anak yang sesuai dengan perkembangan anak, meningkatnya kemampuan anak dan perempuan untuk mengartikulasikan kepentingannya dalam kegiatan desa.
Demikian dikatakan Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj. Dewi Kumalasari Ansar saat resmi membuka kegiatan Rembug Desa bagi Desa Teluk Sasah dan Desa Teluk Bakau di Aula Kantor Bupati Bintan, Senin (05/12).
Dalam sambutannya, Dewi Ansar menyebutkan DRPPA merupakan mode Desa yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dalam mewujudkan peningkatan pemberdayaan perempuan bidang kewirausahaan berspektif Gender.
Serta, meningkatkan peran ibu/keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak yang dimulai dari tingkat Desa.
"Oleh karena itu, dengan ditunjuknya Desa Teluk Sasah dan Desa Teluk Bakau ini sebagai DRPPA, saya mengharapkan kedepannya untuk dua desa ini harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada perempuan dan anak dengan memenuhi hak atas perlindungan dari bentuk kekerasan dan diskriminasi serta tersedianya sarana dan prasarana ramah perempuan dan anak," ujarnya.
Selanjutnya, Dewi Ansar menambahkan bahwa kesetaraan gender merupakan aspek penting yang harus di respon dalam setiap aktivitas pembangunan.
"Ini merupakan salah satu tujuan utama pembangunan global Millenium Development Goals (MDGs) bagaimana kita betul-betul memberikan tempat dan dukungan serta peluang kepeda perempuan dan anak sehingga ini tidak hanya sebagai slogan saja tetapi juga dibutuhkannya aksi agar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya perempuan dan anak di Kepri,” imbuhnya.
Terakhir, Dewi Ansar mengatakan kedepannya pengembangan DRPPA di Kepri akan menjadi episentrum baru pembangunan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan anak, menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis rumahan sehingga ibu rumah tangga memiliki otonomi dalam pendapatan rumahan.
”Dengan adanya momentum yang sangat baik ini dapat menjadi awal yang baik pula demi membangun sinergi dan kerja nyata kita bersama dalam rangka pemberdayaan perempuan dan anak mulai dari pusat hingga desa. Tentunya, saya berharap program ini didukung oleh semua pihak dengan berbagai langkah progresif, seperti peningkatan kapasitas pemerintah desa mengenai kesetaraan gender, pemenuhan hak perempuan, dan perlindungan anak, serta berbagai strategi lainnya,” harapnya.
Sementara itu, dikesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendelian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri Any Lindawaty menyebutkan ketahanan keluarga merupakan pilar utama dalam menjaga ketahan Nasional.
“Kami Dinas Sosial P3AP2KB Kepri sangat mengapresiasi kegiatan ini, namun untuk mensukseskan DRPPA ini bukan hanya tanggung jawab dari Desa Teluk Sasah dan Desa Teluk Bakau saja namun dibangun sinergisitas dari masyarakat dan unsur lainnya sehingga 2 desa ini bisa menjadi Desa Percontohan dalam menyikapi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepri,” ungkapnya menghakiri.


