TP PKK Kepri Dorong Warga Tanjungsebauk Perkuat Gerakan Bersih Lingkungan Cegah Malaria
TANJUNGPINANG – Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar,
bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, turun
langsung menemui masyarakat Tanjungsebauk, Selasa (23/6/2026).
Tim Penggerak
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Riau
mendorong masyarakat Kampung Tanjungsebauk, Kota Tanjungpinang, untuk
meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari
upaya menekan penyebaran malaria.
Langkah tersebut
menjadi perhatian TP PKK Kepri menyusul tingginya kasus malaria yang terjadi di
wilayah Tanjungsebauk. Berdasarkan pendataan pemerintah setempat, jumlah warga
yang terjangkit penyakit tersebut telah mencapai hampir 500 orang.
Kunjungan tersebut
tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak, tetapi juga
diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi lingkungan sekitar
rumah agar tidak menjadi tempat yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Dewi menekankan bahwa
pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk membutuhkan keterlibatan
masyarakat. Kebersihan lingkungan rumah, pengelolaan air yang tergenang, serta
perhatian terhadap kondisi sekitar permukiman menjadi bagian penting dalam upaya
pencegahan.
Menurutnya, masyarakat
dapat memulai langkah tersebut dari lingkungan terdekat, terutama dengan
memastikan tidak ada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang
perkembangbiakan nyamuk.
Selain persoalan
kebersihan, Dewi juga mengajak keluarga untuk memanfaatkan lahan yang tersedia
di sekitar rumah dengan menanam tanaman yang dapat menunjang kebutuhan
kesehatan keluarga.
Dalam kunjungan itu, TP
PKK Kepri turut menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada sejumlah keluarga
yang terdampak malaria. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan
dukungan bagi masyarakat di tengah kondisi yang sedang mereka hadapi.
Sementara itu, Ketua
TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, menyampaikan bahwa tingginya
jumlah kasus malaria di Tanjungsebauk memerlukan perhatian dan penanganan
bersama.
Salah satu kondisi
lingkungan yang menjadi perhatian adalah keberadaan sejumlah bekas galian
bauksit yang terisi air. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi
lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk apabila tidak mendapatkan
penanganan yang tepat.
Yuniarni mengapresiasi
kepedulian TP PKK Kepri yang turut hadir melihat kondisi masyarakat sekaligus
memberikan bantuan kepada warga.
Menurutnya, kolaborasi
antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan agar
upaya pengendalian malaria tidak hanya dilakukan ketika kasus meningkat, tetapi
juga melalui pencegahan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut
turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, Lurah
Senggarang Edi Susanto, jajaran TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, TP PKK Kota
Tanjungpinang, serta masyarakat Kampung Tanjungsebauk.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kepri berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan semakin kuat. Gerakan menjaga kebersihan lingkungan, kepedulian terhadap kondisi permukiman, dan keterlibatan keluarga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.


